Arenabetting.asia : Agen Bola Terpercaya, Agen SBOBET Indonesia, Bola Tangkas, Judi Taruhan Bola

Agen Bola | Agen Bola Terpercaya | Agen SBOBET | SBOBET Indonesia | Bola Tangkas | Taruhan Bola | Judi Bola

Agen Bola, Agen Bola Terpercaya, Agen SBOBET, SBOBET Indonesia, Bola Tangkas, Judi Bola, Taruhan Bola Agen Bola, Agen Bola Terpercaya, Agen SBOBET, SBOBET Indonesia, Bola Tangkas, Judi Bola, Taruhan Bola
Agen Bola Terpercaya, Agen SBOBET, Agen IBCBET, Agen Bola, 338A, Bola Tangkas
Betting Online Community
Selamat Datang di Arenabetting.asia – Agen Bola Terpercaya di Indonesia
Hubungi CS kami, apabila anda membutuhkan bantuan
Daftar Sekarang – Pendaftaran GRATIS!

Sbobet Page Live Chat – Indra Syafri dan Pendiriannya yang Keras | Piala Dunia 2014

 

Sbobet Page Live ChatSbobet Page Live Chat  – Lahir di Lubuk Nyiur 2 Februari 1963, pria berusia 51 tahun ini kini namanya banyak sekali diperbincangkan oleh para pecinta sepak bola tanah air. Setelah keberhasilannya membawa timnas U19 menjuarai Piala AFF 2013 kemarin nama Indra Syafri pun mulai dikenal. Setelah saat itu untuk pelatih nasional hanya ada nama Rahmad Darmawan dan Benny Dollo kini nama Indra Syafri bisa dibilang lebih banyak diperbincangkan ketimbang kedua nama pelatih tersebut.

Sebelumnya dalam rancah sepak bola Indonesia hanya nama Rahmad Darmawan dan Benny Dollo, nama Indra Syafri belum begitu dikenal oleh para pecinta sepak bola tanah air meskipun beliau saat itu juga sudah membuat prestasi, yaitu mampu membawa timnas junior U17 menjuarai HKFA U17 di hongkong. Tapi karena pada kejuaraan tersebut kurang banyak diminati oleh publik maka nama Indra Syafri baru diperbincangkan setelah menjuarai piala AFF 2013 kemarin untuk usia U19 yang di siarkan oleh Sbobet Promo Code.

Pria yang satu ini kini terkenal sekali dengan karakter dan pendiriannya yang keras. Banyak yang beranggapan bahwa beliau sombong, dan sebagainya. Semisal saja tak hanya menolak tawaran iklan tapi juga menolak undangan Presiden RI yaitu SBY untuk datang ke Istana. Beliau Indra Syafri dengan lantang mengatakan “kami hanya akan datang ke Istana apabila Indonesia sudah sampai ke piala dunia”. Sungguh kata – kata yang sangat menyentuh hati bagi siapapun yang mendengarnya. Memang benar saat ini bangsa kita membutuhkan pelatih yang mempunyai cita – cita yang tinggi dan belum akan berhenti sampai tujuan itu tercapai.

Karena pendirian serta karakternya yang kuat inlah maka efeknya para pemain U19 pun terkena pula dampaknya. Mereka dilarang untuk menjadi bintang iklan meski dibayar mahal dan harus fokus pada sepak bola. Indra Syafri beranggapan bahwa pemain sepak bola Indonesia ketika soda menjadi bintang iklan maka permainannya akan menurun kualitasnya. Sebut saja Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas, Andik Vermansyah, dll. Memang pernyataan tersebut harus diklarifkasi dan di cek kebenarannya. Tapi Indra Syafri tetaplah Indra Syafri, dengan kepemimpinannya yang tegas beliau telah berhasil membawa pulang Piala yang telah lama dirindukan bangsa ini. (KC) yang di lampirkan oleh Sbobet Promo Code.